Minggu, 04 Januari 2015

Saat Itu Akan Datang, Pasti ~(˘▽˘~) (~˘▽˘)~

Diposting oleh Unknown di 18.19 0 komentar

Saat itu akan datang,

pasti aku menanti,
dimana hari itu,
aku akan berjalan dengan tegap dengan seluruh kemandirian yang ada aku menanti,
dimana saat itu aku tak takut untuk memilih dan siap menanggung kesalahan akibat pilihan aku menanti,
dimana kelak aku akan jadi pribadi yang berani yang tidak takut untuk keluar dari zona aman aku menanti,
dimana aku akan menciptakan keselarasan yang hebat antara hati,ilmu,
dan pikiran aku menanti,
dimana aku benar-benar berkarya dengan jujur bukan karena keinginan orang aku menanti,
dimana dia,seseorang yang mengisi hati mendukung dan mendorongku ke jalan baik yang abadi dan itu pasti.
Kini sedang menekuni,
dan semua itu,
tak jauh akan pengaruh dariNya.
Allah,Tuhanku yang satu

Selamat Pergi, Selamat Tinggal (dihati yang lain)

Diposting oleh Unknown di 18.16 0 komentar
Selamat Tinggal (di hati yang lain). Ada sebuah janji yang tak pernah lagi bisa ditepati, karena kita memilih pergi. Satu yang memecahkan diri, berpisah haluan, mengucapkan selamat tinggal karena sudah menemukan kebahagiaan yang lain. Dan satunya lagi yang tersakiti, terlalu mencintai, tak terima dengan realita yang menyuguhkan luka lalu memilih untuk mengasingkan diri.

Aku tahu bahwa perpisahan selalu menyakitkan. Tapi tidak ada yang bisa mencegah kedatangannya, tidak ada yang tahu kapan ia tiba dan tidak ada yang menginginkannya. Jika saja bisa, aku mau tetap tinggal. Jika saja bisa, aku tidak ingin menyakiti siapa-siapa. Jika saja bisa, aku ingin terus bersama. Jika saja bisa, aku tidak mau ada sebuah perpisahan. Karena perpisahan itu menjauhkan. Semanis apapun, sebaik apapun bentuknya, perpisahan hanya akan mengasingkan kita. Lalu untuk apa bertemu, jika akhirnya berpisah?

EGOIS

Diposting oleh Unknown di 18.14 0 komentar

Ketika diam dan tidak membantah?
Dan ketika itu tidak pernah ada pertanyaan kenapa?
Pernahkah lihat?
Tersenyum kecil setelah ada yang berbagi kisah tentang yang di kagumi?
Pernahkah mau tau arti senyum kecil itu apa?

PEMIMPIN

Diposting oleh Unknown di 18.13 0 komentar
Sedari dulu sudah belajar
Diberi kepercayaan menjadi didepan
Hingga detik inipun masih di izinkan
Dari sedikit niat hingga akhirnya menjadi setumpuk niat
Dari sedikit usaha hingga akhirnya menjadi sebesar usaha
Dari sedikit hasil hingga akhirnya menjadi sebuah hasil
Dari sedikit pengalaman hingga akhirnya menjadi sesuatu pengalaman
Dari sedikit makin menjadi ya itu yg hingga detik ini dirasa

Kembali memunculkan rasa itu semua
Mereka telah memberi kepercayaan
Apa harus dibuang sia-sia?
Jawabannya tidak!

MOVE ON

Diposting oleh Unknown di 02.06 0 komentar

Berat memang
Meninggalkan orang yang pernah kita cintai
Namun lebih berat lagi kalau harus bersamanya tanpa ikatan yang halal
Memang terasa ada yang kurang saat tak ada lagi kabar darinya
Mungkin juga terasa hampa saat tak lagi melihat senyumannya

Namun, kalau itu untuk kemaslahatan kau berdua, kenapa tidak?
Bukankah kalau ia memang jodohmu
Ia akan kembali padamu
Namun tidak dalam keadaan seperti ini
Saat kau dan ia tak belum bertaubat dan memperbaiki diri
Saat kau dan dia menikmati hubungan yang tak diridhoiNya
Ikhlaskan dirinya
Yakinlah tulang rusuk itu tak kan tertukar

Mulailah dengan mengurangi komunikasi dengannya
Minimalisir perjumpaan dengannya
Bukan untuk memutuskan silaturahim
Namun ini proses terbaik dalam proses perbaikan diri

ISTIQOMAH

Diposting oleh Unknown di 01.57 0 komentar
Samar yang setipis kertas, di antaranya ada sebuah batas. Tidak ada peraturan yang begitu kuat untuk memisahkan antara cinta dan sebuah penyangkalan. ketakutan punya sejuta kekuatan yang melebih-lebihi segala rasa saat ia mulai beraksi.
Nyawa hati belum kembali pulih seusai ia habis-habisan disakiti oleh yang begitu ia cintai. Jika kini ia ditawari rasa yang serupa dengan apa yang dulu ada, hati hanya terlalu takut ia terburu-buru. Terlalu takut lagi-lagi ia tak berhati-hati.
Caplah aku pengecut atau penakut, tapi ini upaya melindungi hati yang terlalu sering mencintai tanpa setengah-setengah. Hingga akhirnya, ia benar-benar patah.
Dulu, cinta dan bahagia begitu sederhana untuk dimiliki. Namun sejak berkali airmata menjadi pertanda tibanya si peretak hati, percayaku mulai berkurang. Kukira sosok itu ditakdirkan untuk menemukanku, tapi nyatanya meremukkan.

Kamis, 28 Juni 2012

Kegagalan ini bukan akhir dari segalanya. /(^0^)\

Diposting oleh Unknown di 03.21 0 komentar

UNS dan POLTEKKES 1 KEMENKES JAKARTA memang bukan tempatku. Aku tau ALLAH sudah siapkan tempat yang terindah untuk masa depanku kelak.

Bersama cita-cita dari kedua orang tuaku, aku akan wujudkan dgn tekad yg kuat, tak ada orang yg tau seberapa besar perjuanganku lalui semua.
Senyum dan tawa adalah penghias. Siapa yg tau dalamnya hati. Saat terpuruk pun hanya satu yang tau YANG MAHA KUASA ALLAH.
Ini lisan yg sengaja ku tulis, untuk pada suatu hari nanti, bisa kubaca kembali, dan menjadi inspirasi.
Seberapa jauh aku melangkah, cuma satu yg aku pentingkan, ORANG TUAKU.
Tak peduli berapa banyak orang mencemoohku. Yang aku peduli bagaimana cara membuat kedua ORANG TUAKU bangga melihat aku suatu hari nanti bisa gapai cita-citaku sekaligus cita-cita mereka.

Tetesan air mata dari mereka saat ini adalah suatu hal yg sangat berharga yg akan aku bayar kelak aku sukses gapai cita-citaku.
Tahun depan misiku gapai, impiku capai, optimisme, walau beban tapi ku tak gerang =)

BISMILAH, ALLAH MAHA SEGALANYA.
 

Coretan My Hand Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review